top of page

Sobat Bumi Pertamina Awardees’ Journey : Narendra

Aug 31, 2025
3 min read

Updated: Sep 1, 2025

Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi
Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi
Coba-coba aja. Kayak kalau gagal ya sudah, berarti bukan kalian yang salah. Jadi apa ya? Coba ganti perspektif gagal itu menjadi  apa sih yang bisa didapetin dan lain-lain. Dan walaupun nggak mudah, tapi setidaknya mencoba; pasti ada bentuk improve yang akan dihasilkan dari percobaan itu tadi. - Naren, Commers 24

Narendra, atau yang akrab disapa Naren, merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNAIR angkatan 2024. Meskipun perjalanannya sebagai mahasiswa baru saja setahun, ia sudah berhasil menggapai banyak prestasi dan terlibat dalam berbagai organisasi—menjadi perwakilan Universitas Airlangga dalam lomba Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia  (KDMI), hingga berhasil menjadi salah satu dari 500 mahasiswa yang terpilih untuk mendapatkan beasiswa Sobat Bumi Pertamina 2025.

Perjalanan Naren dimulai sejak awal ia masuk kuliah—ia sudah mengincar banyak beasiswa. 


“Tapi, aku beberapa kali lihat seminar dan persyaratan beasiswa itu nggak jauh-jauh dari prestasi sama organisasi. Jadi, sejak awal kuliah itu aku beneran ikut kayak banyak kegiatan dari Unair Mengajar, ADS (Airlangga Debat Society), dan aktif di HIMA juga untuk menambah CV-ku buat persiapan daftar beasiswa yang lain.”


Kemudian, pada Februari 2025, Naren mendapat kabar bahwa beasiswa Sobat Bumi Pertamina 2025 telah dibuka. Ia pun langsung bertekad untuk serius menekuni beasiswa tersebut—mulai dari berkonsultasi, berlatih wawancara, hingga berlatih melakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan beberapa awardee Sobat Bumi 2024. 


Perjalanan Naren bukan tanpa tantangan. Beasiswa Sobat Bumi Pertamina sendiri adalah salah satu beasiswa dengan proses yang cukup lama. Naren mengaku bahwa ia harus menunggu kabar dari Februari hingga Agustus 2025 untuk bisa mendapatkan pengumuman final awardee beasiswa tersebut. 


Untungnya, seluruh perjuangan tersebut terbayarkan. Tepat pada 3 Agustus 2025, Naren pun terpilih menjadi salah satu dari 540 mahasiswa di seluruh Indonesia yang menerima beasiswa Pertamina Sobat Bumi angkatan 12. Dari beasiswa tersebut, Naren mendapat nominal yang cukup untuk menutup uang UKT dan uang belanja sehari-hari. Tidak hanya itu, Naren juga dapat terlibat dalam program pengabdian masyarakat bertema Desa Energi Berdikari. 

Per hari ini, Naren pun disibukkan dengan dirinya yang terpilih menjadi perwakilan UNAIR dalam ajang Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI), salah satu perlombaan yang ia incar sejak SMA.


“Makanya sejak awal lomba itu, aku bener-bener kayak konsisten aja. Prepared setiap hari buat latihan. Dengan ngeluangin sehari, sejam atau dua jam buat latihan setiap hari secara konsisten. Belajar dari siapapun. Dari Youtube, bahkan partner debat bukan dari Unair aja, dari Unair versus luar Unair juga. Yang kayak ketemu di online, teman-teman. Kayak aku belajar dari semuanya… Ya, aku berharap semoga bisa mendapatkan medal sih.”

Lantas, setelah berhasil menjadi mahasiswa yang penuh semangat dan prestasi, apa sejatinya yang memotivasi Naren? 


“Aku suka nge-challenge diriku. Dan aku excited kayak dengan semua yang aku ikuti sekarang, dengan organisasiku, dengan semua academic pressure yang aku bayangkan sekarang. Kayak aku excited aku nanti akan jadi seperti apa sih di depannya?”


Ketika ditanya KOMA tentang pesan apa yang ia punya untuk mahasiswa lainnya, termasuk mahasiswa baru, Naren berpesan agar jangan malu dan jangan takut gagal.


“Dan aku percaya bahwa masa depan tuh dibentuk bukan dari nanti, tapi dari sekarang gitu. Terus pesan-pesan buat mas Velen yang baru mencoba adalah kayak jangan malu, jangan takut gagal. Dan nggak usah pikirin orang lain sih. Sebenarnya ini hal yang template, simple. Cuman kayak banyak orang lain yang menjadikan faktor-faktor ini menjadi excuse gitu loh untuk tidak mencoba. Misalkan kayak nggak bisa dan lain-lain. Karena aku percaya bahwa semua di awal tuh pasti nggak bisa,” ujarnya. 


“Jadi mungkin pesan teman-teman kayak cari passion-nya saja. Cari hal yang kalian suka, nggak usah maksud hal yang nggak suka, jangan FOMO. Dan coba-coba aja. Kayak kalau gagal ya sudah, berarti bukan kalian yang salah. Jadi apa ya? Coba ganti perspektif gagal itu menjadi  apa sih yang bisa didapetin dan lain-lain. Dan walaupun nggak mudah, tapi ada saingan mencoba. Pasti ada bentuk improve yang akan dihasilkan dari percobaan itu tadi. Kayaknya gitu sih.”


Penulis: Naara Nava Athalia Lande

Editor : Adilla Nadia Pramudiani



Comments


bottom of page