Mengenal Project Arek, Satu-Satunya Media Alternatif di Surabaya
Updated: Oct 11

Sebanyak 11 mahasiswa dari KOMA, klub di bawah naungan Himpunan Mahasiswa (Hima) Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga, melakukan kunjungan ke kantor Project Arek pada Jumat (25/9). Bertempat di Perumahan Taman Rivera Regency Rungkut, agenda dilaksanakan guna membentuk hubungan kekeluargaan sekaligus belajar langsung mengenai ilmu jurnalistik, manajemen media, dan teknik bercerita multiplatform.
Surabaya, KOMA - Suasana kantor Project Arek dilengkapi dengan sejumlah fasilitas seperti ruang kerja redaksi, studio rekaman podcast, dan area ruang publik. Di dalamnya terdapat rak yang memuat koleksi buku dan arsip liputan, serta produk cendera mata mandiri berupa kaos seharga Rp100.000 dan novel seharga Rp50.000. Berdiri pada 24 Desember 2025 di bawah naungan PT Media Arek Independen, Project Arek memosisikan diri sebagai satu-satunya media alternatif di Surabaya. Nama "Arek" dan slogan "Ayo Rek Bergerak!" dipilih untuk membawa nilai kesetaraan/egaliter serta komitmen redaksi dalam mendampingi, ikut bergerak, dan menuliskan persoalan warga.
Filosofi tersebut juga dituangkan dalam bentuk logo. Tulisan berwarna hitam melambangkan keberanian dan solidaritas yang berakar dari keprihatinan atas aksi #SeptemberHitam, sedangkan siluet anak perempuan yang memegang benang layang-layang dengan latar matahari kuning menjadi simbol harapan perjuangan, perebutan ruang publik atas informasi, serta semangat yang terus menyala. Di ruang redaksi, Klub KOMA bertemu langsung dengan jajaran awak media, di antaranya Pemimpin Redaksi Miftah Faridl, Editor Naskah Rangga Prasetya, Editor Multimedia Taufan Bahari, serta tim liputan.
Dalam menjalankan kerja jurnalistik, redaksi Project Arek memilih untuk tidak mengejar kecepatan tayang, melainkan mengutamakan kedalaman materi, keberagaman narasumber, dan pendekatan cerita (storytelling) yang berangkat dari kisah nyata warga. Mereka mempraktikkan jurnalisme advokasi dan solusi yang berpihak pada kelompok rentan, isu lingkungan, dan hak asasi manusia. Liputan tersebut disalurkan melalui enam rubrik di situs web mereka, yaitu Reportase, Cerita Mendalam, Foto Cerita, Esai dan Opini, Arek Kampus, serta rubrik cerpen Arek Bercerita.
Berbeda dari media lokal konvensional yang sebagian besar operasionalnya bergantung pada belanja iklan pemerintah daerah, Project Arek menolak iklan pemerintah demi menjaga ketajaman kritik dan independensi pemberitaan. Operasional media alternatif ini ditopang langsung oleh partisipasi publik lewat program saweran "Gabung Bolo Arek" dengan aturan tegas bahwa donasi tidak boleh mengintervensi ruang redaksi dan wajib dilaporkan secara terbuka setiap tahun. Gerakan independen di Surabaya ini juga terhubung secara nasional dalam Koalisi Media Alternatif (KOMA) bersama media serupa di berbagai kota, seperti BandungBergerak.id di Bandung, Floresa.co di Flores, Gejayan.id di Yogyakarta, serta Projectmultatuli.org, dan Jaring.id di Jakarta.
Penulis: Laila I’da Syah Jadidah, Sinta Lidya Meilany
Editor: Claudya Liana



Comments