top of page

Kita Berhak Dapat Transportasi Umum, kan?

Nov 29, 2025
2 min read
Sumber Gambar: X (@suroboyobus)
Sumber Gambar: X (@suroboyobus)
Layanan bus Trans Semanggi Suroboyo koridor 3L di MERR terancam lumpuh karena munculnya kebijakan Pemkot Surabaya untuk mengambil kelola dan mengganti 13 unit bus medium menjadi 7 minibus feeder. Keputusan yang diiringi dengan isu penghentian di akhir Desember ini dianggap sangat tidak logis dan berpotensi memicu kepadatan ekstrem pada jam sibuk, mengingat bus medium 3L saat ini sudah sering membludak.

Surabaya, KOMA - Jujur saja, siapa yang tidak kesal dengan macetnya Surabaya? Terutama di jalan yang terkenal dengan kepadatannya seperti MERR. Rasa panas, buang waktu, dan stres jadi paket komplet yang harus dihadapi. Inilah kenapa kehadiran bus seperti Trans Semanggi Suroboyo, terutama koridor 3L, terasa sekali manfaatnya. Bagaimana tidak? Rute ini merupakan jalur yang vital. Bus ini menyusuri sepanjang jalan MERR, menghubungkan banyak titik penting yang mempermudah warga Surabaya Timur untuk bermobilisasi dengan biaya yang terjangkau.


Namun, di saat sudah mulai nyaman, kabar buruk pun datang. Tiba-tiba beredar berita bahwa rute 3L ini akan dihentikan pada akhir Desember nanti. Hal ini sungguh mengecewakan dan sangat tidak logis. Walaupun pada akhirnya layanan 3L ini akan dikelola oleh Pemkot Surabaya dan terintegrasi, sebagai gantinya mereka melayangkan keputusan yang berpotensi melumpuhkan, yaitu mengganti 13 bus medium menjadi hanya 7 minibus eks feeder FD 1 Benowo-Tunjungan. Keputusan ini menunjukkan pemerintah sangat tidak melihat data yang ada di lapangan.


Bus medium saja seringkali membeludak sampai penumpang harus berdesakan di saat rush hour. Kalau diganti dengan feeder yang jauh lebih kecil, bagaimana nasib para penumpang? Bukannya membantu, malah bisa menciptakan kepadatan yang berlebih dan membuat orang kapok naik transportasi umum. Bahkan, pada akhirnya dapat dijadikan alasan untuk menghentikan layanan ini secara permanen. Hal yang patut dipertanyakan adalah mengapa rute 3L selalu bermasalah setiap tahunnya? Jalur krusial yang seharusnya lebih diperhatikan malah diabaikan. Warga Surabaya Timur juga berhak mendapatkan transportasi umum yang layak dan terjamin.


Sekarang warga memang sudah bergerak mengumpulkan petisi sebagai bentuk aksi. Namun, seharusnya Pemkot Surabaya tidak hanya berdiam diri. Sudah saatnya mereka untuk segera mengambil langkah proaktif, menjamin keberlangsungan rute 3L, dan memberikan solusi permanen.


Mobilitas yang layak adalah hak dasar warga, bukan hadiah yang sewaktu-waktu bisa dicabut dengan mudahnya begitu saja. Sudah sepatutnya warga diberikan layanan yang maksimal, bukan malah dipaksa mundur. Seluruh masyarakat, terutama warga Surabaya Timur, berhak atas transportasi umum yang nyaman dan terjamin.



Penulis : Adilla Nadia Pramudiani

Editor : Mochammad Narendra

Putra Nazar


Comments


bottom of page