LokaNaka 2026 BentuKita Hadir di CFD Surabaya

Pada Minggu (11/10), LokaNaka hadir di car free day (CFD) Jalan Tunjungan, Surabaya Pusat, untuk menyebarkan awareness pada masyarakat yang hadir. LokaNaka menghadirkan campaign sederhana dengan menyiapkan meja, papan tulis, stoples, sticky notes, dan juga spidol. Sederhana namun menyentuh, papan tulis tersebut bertuliskan “Apa pengalaman masa kecilmu yang paling berkesan?”. Akhirnya, lebih dari 40 orang menuliskan isi pikiran mereka ke dalam sticky notes dengan cerita yang beragam, mulai dari penyesalan, kenangan, hingga harapan masa kecil.
Surabaya, KOMA - Minggu (11/10/26), program kerja nonakademik Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himakom) Universitas Airlangga, LokaNaka, mulai menunjukkan wajahnya di publik. Tahun ini, event yang berbasis seni tersebut mengusung tema eksistensial, jatuh bangun manusia dan penerimaan diri. Perihal yang menjadi fokus utamanya yakni proses manusia terbentuk, jatuh, dan pada akhirnya bangkit kembali. Semua visi tersebut disatukan menjadi satu frasa sederhana yaitu BentuKita.
Meski terdapat rintangan yang kiranya sempat menghambat jalannya campaign pada Minggu pagi tersebut, seperti masalah teknis, keterlambatan, dan kurang koordinasi, LokaNaka tetap berhasil mengatasinya. “Oke, so far pre-event hari ini lumayan banyak rintangan juga ya. Tadi aku dapat laporannya juga dan melihat sendiri. Tapi sih Alhamdulillahnya berjalan dengan lancar. Banyak yang mengisi surat-suratnya untuk kegiatan di hari ini juga dan mungkin udah cukup dapat banyak perhatian dari orang-orang yang seliweran di CFD pada hari ini di Jalan Tunjungan. Jadi sih semoga untuk ke depannya, pre-event pre-event selanjutnya bisa makin ramai lagi,” ujar Davri Arkananta, Ketua Pelaksana LokaNaka.
Aziz selaku koordinator acara dari LokaNaka 2026 menyatakan bahwa ia pribadi merasa senang karena antusias peserta CFD yang tak disangka-sangka. “Saya merasa sangat senang ya. Terlebih lagi, saya tidak mengira orang-orang di Tunjungan sangat antusias dengan campaign kami. Mereka akhirnya mengisi campaign kami dengan, wah, dengan penuh antusias. Jadi sangat-sangat keren,” ucapnya.
Baik Davri dan Aziz pun memberikan harapan mereka untuk acara utama LokaNaka 2026. Keduanya tidak hanya berharap untuk kelancaran acara secara teknis, tetapi juga agar apa yang dibawa di LokaNaka 2026 BentuKita dapat membawa dampak nyata dan positif bagi setiap individu yang datang nantinya.
“Saya harap bentuk kita yang ada di tema kita, ada di tema LokaNaka tahun ini, benar-benar terwujud. Apalagi dengan campaign-campaign yang membawa tema-tema bentuk kita, tema-tema tentang diri sendiri, individu, dan eksistensial diri. Saya harap teman-teman yang mengikuti acaranya, teman-teman yang menjadi panitia, teman-teman yang ikut membantu dalam LokaNaka ini juga akan mendapat bentuknya sendiri,” ungkap Aziz melanjutkan pernyataan sebelumnya.
Dengan demikian, LokaNaka 2026 BentuKita tidak hanya hadir sebagai pameran seni biasa, tetapi juga hadir bagi mereka yang tidak bisa jujur pada diri mereka sendiri, bagi mereka yang masih terus jatuh dan lupa cara untuk bangkit, dan bagi mereka yang telah bangkit dan ingin mengangkat mereka yang masih jatuh.
Penulis: Christian Laska Nugroho
Editor: Sinta Lidya Meilany



header.all-comments