top of page

Dibalik BSK 2025 Day 3: Javanese Quidditch, Permainan Turun Menurun Ilmu Komunikasi Unair

Sep 23, 2025
2 min read
Sumber Gambar: Dimas (Panitia BSK 2025 Publikasi dan Dokumentasi)
Sumber Gambar: Dimas (Panitia BSK 2025 Publikasi dan Dokumentasi)
Baur Sedalu Komunikasi (BSK) 2025 melaksanakan rangkaian kegiatan ketiganya pada Minggu (7/9/2025) setelah sebelumnya sempat ditunda sementara. BSK 2025 Day 3 BSK diisi dengan sejumlah permainan. Salah satu permainan yang sangat berkesan adalah Javanese Quidditch, yang menjadi permainan turun temurun Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga.

Meski tidak ada jadwal perkuliahan karena hari libur, Kampus B Universitas Airlangga (Unair) tetap ramai oleh mahasiswa berkaos biru gelap dan hijau terang di area Gedung A Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Setelah menggelar dua rangkaian acara pada bulan Agustus, Baur Sedalu Komunikasi (BSK) 2025 melanjutkan rangkaian acaranya yang bertajuk BSK 2025 Day 3: Commission pada Minggu (7/9/2025).


BSK 2025 Day 3 menghadirkan kegiatan luar ruangan yang diikuti oleh mahasiswa baru Ilmu Komunikasi 2025. Mereka memainkan sejumlah permainan berkelompok. Salah satu permainan yang menjadi sorotan utama pada rangkaian BSK Day 3 ialah permainan Javanese Quidditch.


Javanese Quidditch merupakan permainan turun temurun Ilmu Komunikasi Unair yang terinspirasi dari permainan fiktif dengan nama sama yaitu Quidditch pada film Harry Potter. Dalam permainan ini setiap tim terdiri atas tujuh orang yakni lima penangkap bola besar, satu keeper, dan satu pemain berkuda. 


Penangkap bola besar bertugas untuk mencetak skor dengan memasukkan bola plastik ke ember tim lawan. Mereka hanya boleh membawa bola besar dengan maksimal langkah. Setelahnya, bola harus segera dioper ke orang lain. keeper berperan menjaga ember agar tidak dimasuki bola lawan Pemain berkuda bertugas untuk menangkap bola tenis yang dilempar oleh guardian boy. 


Pemenang Javanese Quidditch ditentukan melalui dua cara, yaitu kelompok yang berhasil lebih dulu menangkap bola tenis dan kelompok dengan skor terbanyak dari bola plastik yang berhasil dimasukkan ke ember tim lawan dengan batas waktu yang ditentukan.

  

Raizel, sebagai penanggung jawab BSK 2025 Day 3, memilih Javanese Quidditch sebagai permainan yang paling berkesan baginya karena melihat semangat dan jiwa kompetitif dari mahasiswa baru. “Paling berkesan itu mungkin ya Javanese Quidditch ini karena– teman-teman 25 ini masih semangat dan jiwa kompetitifnya semua. Bahkan, kemarin tuh, ada ember yang–sebenarnya nggak boleh dipegang-pegang ya. Tapi, ada beberapa yang saking kompetitifnya dia itu didudukin embernya.”


Selain Javanese Quidditch, sejumlah permainan lain juga dimainkan, seperti Water Volley, Spidol Maze, Ballo, dan Strawzilla Mystery


Pelaksanaan BSK 2025 Day 3 sempat diundur akibat imbauan kampus untuk menunda seluruh kegiatan di area kampus pada pekan pertama September 2025 karena terjadi kericuhan di Surabaya. Raizel juga menjelaskan hal tersebut memengaruhi pergantian tanggal pelaksanaan BSK 2025 Day 3 sehingga panitia harus kembali menentukan tanggal pelaksanaan acara. Meskipun begitu, rangkaian acara BSK 2025 Day 3 tetap berjalan lancar dengan antusiasme dari mahasiswa baru Ilmu Komunikasi 2025 dan tak luput dari dukungan penuh panitia.


Penulis: Alde Kalya & Vlea Viorell Indie Princessiella

Editor: Flora Hensylia Deanova


Comments


bottom of page