Amor Vincit Omnia: LokaNaka 2025 Hadir sebagai Bentuk Cinta

LokaNaka 2025 kembali diselenggarakan dengan membawa tema Amor Vincit Omnia, yang berarti “cinta mengalahkan segalanya”. Acara pameran seni ini digelar selama tiga hari dan menampilkan beragam kegiatan.
Surabaya, KOMA - Tahun ini, LokaNaka yang menjadi acara unggulan Klub SEO Universitas Airlangga (Unair) kembali diselenggarakan. LokaNaka 2025 menggelar acara utamanya selama tiga hari, mulai dari tanggal 13 hingga 15 November 2025 di Samata House, Surabaya. Dengan atraksi utama pameran seni, acara ini menggandeng total 12 seniman yang karyanya dapat dinikmati secara gratis.
Hari pertamanya dibuka dengan sambutan ketua pelaksana, ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Unair, ketua Departemen Komunikasi Unair, dan simbolis pembukaan pameran dengan memotong pita. Acara kemudian dilanjutkan dengan mini tour pameran seni dan berbincang seputar seni.
Tidak hanya menjadi penikmat pasif, pengunjung LokaNaka 2025 juga dapat berinteraksi dengan beberapa karya maupun seniman. Salah satunya, seniman Yosua Pirera yang memberikan pengalaman unik bagi pengunjung melalui mata acara “Interactive Art”, di mana ia membuat puisi dari obrolan bersama pengunjung.
LokaNaka 2025 membawa tema utama Amor Vincit Omnia, yang diambil frasa dari puisi “Eclogues” karya Virgil. Tema ini sengaja dipilih oleh Cheto, ketua pelaksana LokaNaka 2025, karena ia ingin memberikan tema yang dekat dengan publik.
“Alasannya simple, karena aku pengen punya tema yang relate ke semua orang. Dan kayaknya cinta itu tema yang semua orang pasti punya pengalaman dengan itu,” tutur Cheto.
Lebih lanjut lagi, pesan dari tema LokaNaka 2025 diharapkan dapat tersampaikan kepada pengunjung melalui karya-karya yang ditampilkan.
“Pesannya adalah kita itu harus lebih banyak wondering tentang makna cinta. Concern-nya di dunia sekarang, orang itu lebih suka ngejawab atau egois, seolah-olah mereka maksain konsep cinta mereka ke orang lain, berharap mereka menemukan belahan dirinya,” jelas Cheto.
“Padahal mungkin itu cuma bagian dari trauma yang sebenarnya mungkin gak harus selesai dengan cinta. Jadi lebih banyak bertanya dan wondering tentang sebenernya yang lo butuhin itu apa, sih?” pungkasnya.
Harapannya, pameran seni yang ditawarkan LokaNaka 2025 tidak hanya berhenti di ruang pameran, tetapi juga dapat membuat pengunjungnya berbincang atau merefleksikan kembali pengalaman pribadi mereka dengan karya-karya yang ditampilkan. Selain itu, LokaNaka 2025 juga menghadirkan subacara, yakni talkshow bersama kurator karya pada hari kedua, dan live music serta cake painting workshop pada hari terakhir.
Penulis: Vlea Viorell Indie P.
Editor: Claudya Liana Morizza



Comments